Iklan

Archive

Archive for Oktober, 2010

Lagu Aceh 2

27 Oktober 2010 9 komentar

Santai lagi…

Silakan menikmati…

Liza Aulia – Keuneubah Endatu

Baca selanjutnya…

Iklan
Kategori:Hiburan

Awalan pa-, sa- dan tu-

27 Oktober 2010 21 komentar

Imbuhan ini hanya dapat dipasangkan dengan 14 kata istimewa berikut ini.

I. Awalan Pa-

Awalan pa- berfungsi sebagai kata bantu tanya.

Contoh:

Pa + Ban                –>       Paban              (bagaimana)

Pa + Dit                 –>       Padit                (seberapa dikit = berapa)

Pa + Dum              –>       Padum             (seberapa banyak = berapa)

Pa + Ho                 –>       —

Pa + Jan                 –>       Pajan               (kapan)

Pa + Kön               –>       Pakön              (kenapa)

Pa + Kri                 –>       Pakri                (bagaimana)

Pa + Nè                  –>       Panè                (dari mana)

Pa + ‘Oh                –>       Pa‘oh               (sejauh mana)

Pa + Pat                 –>       —

Pa + Peuë              –>       —

Pa + Ri                   –>       —

Pa + Soë                 –>       —

Pa + Töh                –>       —

Baca selanjutnya…

Kategori:Tata Bahasa

Pengaruh Bahasa Bante Terhadap Bahasa Aceh

27 Oktober 2010 7 komentar

Penduduk asli Aceh adalah suku Bante. Dalam buku Aceh Sepanjang Abad yang ditulis oleh Mohammad Said disebutkan bahwa suku ini serumpun dengan penduduk asli semenanjung Malaysia yaitu Orang Asli. Bahasa Orang Asli termasuk dalam kelompok bahasa Mon-Khmer yaitu salah satu cabang dari rumpun bahasa Austro-Asia. Termasuk juga dalam bahasa Mon-Khmer adalah bahasa penduduk Kepulauan Nikobar di utara Pulau Weh yang kini bagian dari negara India. Namun demikian bahasa Aceh tidak termasuk dalam kelompok bahasa Mon-Khmer, tetapi termasuk dalam kelompok bahasa Aceh-Cam yang merupakan bagian dari rumpun bahasa Austronesia.

Ada hal yang menarik dari hasil penelitian yang dilakukan oleh seorang peneliti asing yaitu Paul Sidwell. Ia menemukan bahwa ada banyak kata-kata dalam bahasa Aceh yang seakar dengan kata-kata bahasa Mon-Khmer tetapi kata-kata ini tidak dijumpai dalam kelompok bahasa Cam. Nah, yang menjadi pertanyaan, dari manakah kata-kata ini berasal???

Baca selanjutnya…

Kategori:Artikel

Memurnikan Bahasa Aceh

26 Oktober 2010 14 komentar

Berikut adalah sekian banyak kata-kata yang sebenarnya bukan bahasa Aceh tetapi sudah merasuki bahasa Aceh cukup dalam. Apabila tidak segera diantisipasi, maka nasib kata-kata asli bahasa Aceh akan punah.

Daripada                      Nibak

Seuréng                       Kayém

Belajar                         Meurunoë

Rajin                            Jeumot

Lurus                           Teupat

Belok                            Wét

Kental                          Ghuën

Senin                           Seunanyan

Begadang                    Meujaga

Baca selanjutnya…

Kategori:Artikel

Salat

26 Oktober 2010 2 komentar

Sama seperti pada bahasa Melayu, bahasa Aceh asli tidak mengenal kata salat. Yang dipakai adalah kata seumayang (sembahyang). Namun seiring dengan upaya-upaya pemurnian ajaran Islam, kini kata salat mulai dibangkitkan. Jadi, terserah pada Anda untuk menggunakan yang mana.

Jéh, ka jibang.

Sudah azan tu.


Hay, ka suboh.

Oi, sudah subuh.

Dalè ka’éh! Le teungeut ngon jaga!

Asik tidur kau! Banyak tidur daripada bangun!


Bôh jak taseumayang/tasalat lèë*.

Yuk kita shalat dulu.


Tajak u meuseujid jak.

Ke mesjid yuk.

Baca selanjutnya…

Kategori:Percakapan

Perkenalan 2

26 Oktober 2010 22 komentar

Dalam percakapan sebelumnya, percakapan terjadi antara sesama orang Aceh. Berikut adalah percakapan antara orang Aceh dengan orang dari luar Aceh.

 

Assalaamu ’alaykum.

Wa ‘alaykum salaam.

 

Nan droëneuh soë?

Nama Anda siapa?


Nan lôn Agam. Nan droëneuh?

Nama saya Agam. Nama Anda?


Nan lôn Ahmad.

Nama saya Ahmad.


Pat neuduëk? / Pat neubeudöh? / Pat tinggay?

Di mana Anda tinggal?


Baca selanjutnya…

Kategori:Percakapan

Imbuhan dalam Bahasa Aceh

26 Oktober 2010 5 komentar

Apabila kita abaikan bentuk-bentuk imbuhan kata ganti yang telah kita bahas sebelumnya, maka jumlah imbuhan dalam bahasa Aceh lebih sedikit jumlahnya dibandingkan dengan jumlah imbuhan yang ada dalam bahasa Indonesia. Juga imbuhan dalam bahasa Indonesia lebih rumit dibandingkan dengan imbuhan dalam bahasa Aceh.

Bila dalam bahasa Indonesia dijumpai bentuk imbuhan yang menyatakan pelaku (awalan pe-) atau dalam bahasa Arab disebut faa‘il, maka dalam bahasa Aceh tidak dikenal imbuhan untuk menyatakannya. Juga tidak dijumpai bentuk imbuhan yang sepadan dengan imbuhan pe- -an, per- -an dan ke- an. Demikian pula halnya dengan akhiran, tidak dijumpai dalam bahasa Aceh.

Sehingga permasalahan utama dalam penerjemahan bahasa Indonesia ke dalam bahasa Aceh adalah bagaimana cara menerjemahkan ketiga gabungan imbuhan di atas, yaitu pe- -an, per- -an dan ke- -an. Misalkan bagaimana menerjemahkan kata penyatuan, persatuan dan kesatuan.

Untuk permasalahan ini, akan kita bahas dalam tulisan tersendiri.

AWALAN

I. Awalan Meu-

Awalan meu- memiliki makna yang hampir sama dengan awalan ber- seperti dalam bahasa Indonesia. Awalan ­meu- berubah menjadi mu- apabila berjumpa dengan kata berawalan huruf /b/, /m/, /p/ dan /w/. Perubahan ini tidak terdapat pada semua dialek. Beberapa dialek tetap mempertahankan bentuk aslinya.

Baca selanjutnya…

Kategori:Tata Bahasa

Lagu Aceh

3 Oktober 2010 2 komentar

Nyawoung – Dododaidi

Baca selanjutnya…

Kategori:Hiburan

Film Aceh

3 Oktober 2010 1 komentar

Sambil menunggu tulisan saya selanjutnya, silakan nikmati film Aceh berikut ini:

 

AMBUSH

 

Kategori:Hiburan Tag: