Ucapan Terima Kasih dalam Bahasa Aceh

Bagaimana cara mengucapkan terima kasih dalam bahasa Aceh?

Apabila kita menelusuri literatur bahasa Aceh, tidak ada bentuk baku untuk mengucapkan “terima kasih”. Ketika kita akan mengucapkan terima kasih, tergantung pada keadaannya. Berikut beberapa terjemahan ucapan terima kasih yang pernah ada.

Syèh Abdullah bin Ismail Al-Asyi dalam kitabnya Nuzhatul Ikhwan (1930) menulis Poteuh Allah tamah keubajikan yang berarti Allah tambah kebajikan.

Teungku Mohamad Nurdin dalam buku Boengong Sitoengkoj (1930) menulis teurimong gaséh.

H.M. Zainuddin dalam buku Boengong Rampoe (1965) menulis teurimong sjukô

Hasjim MK dalam buku Narit Maja (1968) menulis sabah

Aboe Bakar dkk dalam Kamus Aceh-Indonesia (1985) menulis neupeuidin

Hasan Tiro dalam buku Jum Meurdéhka (1985) menulis teurimong geunaséh

One Comment

  1. avatar Tidak diketahui

    Teurimöng itu secara kaidah salah. karena awalan “ter”. yang benar adalah Trimöng

    Trimöng gaséh itu masih boleh dan masuk akal.

    g-eun-aséh itu udah nggak masuk akal, karena ada sisipan disitu. secara kaidah itu salah.

    sabah itu secara pengucapan nggak enak dan aneh.

Tinggalkan komentar