Asal Muasal Kata Lam dalam Bahasa Aceh            

Salah satu kekhasan nama toponimi kampung di Aceh terutama di Aceh Besar dan sekitarnya adalah awalan Lam pada nama kampung. Ada ratusan nama kampung yang diawali dengan kata Lam, misalkan Lam Pulo, Lam No, Lam Baro dan lain-lain.

Sebenarnya dari manakah asal kata ini berasal?

Ada beberapa pendapat yang beredar dalam masyarakat dalam hal ini. Misalkan ada yang berpendapat bahwa kata “lam” ini bermakna dalam, dalam artian nama kampung dengan awalan lam ini terletak di pedalaman. Pendapat ini tidak masuk akal, karena banyak kampung yang letaknya di pesisir bahkan beberapa daerah merupakan pusat kerajaan di masa lalu, misalkan Lam Reh dan Lam No.

Pendapat kedua menyebutkan bahwa asal kata “lam” ini berasal dari kata blang. Jadi menurut pendapat ini kampung-kampung dengan awalan lam pada mulanya adalah blang (sawah). Anggapan ini juga tertolak, karena ada banyak kampung malah bernama Lam Blang.

Lantas, dari manakah asal mula nama “lam” ini?

Continue reading →

Bahasa Aceh Dialek Selatan

Oleh: Munawar Fitrah*

Bahasa Aceh dialek Selatan adalah bahasa Aceh yang digunakan di kabupaten Aceh Selatan tepatnya di 10 kecamatan dari 18 kecamatan di negeri pala tersebut meliputi Meukek, Sawang, Pasie Raja, Kluet Utara, Bakongan, Bakongan Timur, Kota Bahagia, Trumon, Trumon Tengah dan Trumon Timur.

Di kecamatan tersebutlah yang bahasa Aceh digunakan sebagai bahasa penutur mayoritas di Aceh Selatan, namun di kecamatan lain yang tak tersebut juga ada tetapi hanya di 1 atau 2 desa saja dalam 1 kecamatan misalnya di desa Pasie Lembang Kecamatan Kluet Selatan menggunakan Bahasa Aceh namun kecamatan itu mayoritas menggunakan bahasa Jamee.

Bahasa Aceh dialek Selatan ini berciri khas tersendiri dibandingkan dialek lainnya bahkan dipengaruhi juga oleh bahasa Jamee, Kluet dan Singkil karena memang wilayah penutur bahasa Aceh di Aceh Selatan “dikepung” oleh 3 bahasa tersebut. Continue reading →