Iklan

Archive

Posts Tagged ‘Dialek Bahasa Aceh’

Bahasa Aceh Dialek Selatan

14 Februari 2013 21 komentar

Oleh: Munawar Fitrah*

Bahasa Aceh dialek Selatan adalah bahasa Aceh yang digunakan di kabupaten Aceh Selatan tepatnya di 10 kecamatan dari 18 kecamatan di negeri pala tersebut meliputi Meukek, Sawang, Pasie Raja, Kluet Utara, Bakongan, Bakongan Timur, Kota Bahagia, Trumon, Trumon Tengah dan Trumon Timur.

Di kecamatan tersebutlah yang bahasa Aceh digunakan sebagai bahasa penutur mayoritas di Aceh Selatan, namun di kecamatan lain yang tak tersebut juga ada tetapi hanya di 1 atau 2 desa saja dalam 1 kecamatan misalnya di desa Pasie Lembang Kecamatan Kluet Selatan menggunakan Bahasa Aceh namun kecamatan itu mayoritas menggunakan bahasa Jamee.

Bahasa Aceh dialek Selatan ini berciri khas tersendiri dibandingkan dialek lainnya bahkan dipengaruhi juga oleh bahasa Jamee, Kluet dan Singkil karena memang wilayah penutur bahasa Aceh di Aceh Selatan “dikepung” oleh 3 bahasa tersebut. Baca selanjutnya…

Iklan

Manggis dalam Bahasa Aceh

14 Februari 2010 3 komentar

Manggis Dialek Narasumber
Mangohta Aceh Besar (secara umum) Abdul Hanan 

Jasirun Fadil

M. Daud AK

Dll

Mangoëhta Seulimeum Teuku Anwar Amir
Mangota Lam No Busyairi Umar
Manggota Darul Imarah Plang nama jalan
Mauta Laweuëng Hidayat
Mahkota Leupung Farid
Mota Piyeung Anissullah
Meuseuta Garôt Nuranol
Ngohta Tampok Blang Taufik
Mangoihta ? Kamus
Mangoita ? Kamus
Mangoti ? Kamus
Kambota Sama Langa Syahriza
Keumuta Ulèë Glé Khairul Anam
Kumuta Meureudu Zulfan
Seumeuta Asyraf
Seumuta Lampôh Saka Zulfikar
Sumta Tangsé Safrizal
Seuta Matang Glumpang Duwa Sarmiati
Suta Lam Lo Tgk. Hasmahdi 

Irhash Hasballah

Manggéng Idi Rayek Zulfahmi
Manggi Trumon 

Peureumbeuë

Fenny 

Fadli Rais

Manggih* Umum
Manggéh* Umum

Baca selanjutnya…

Dialek Bahasa Aceh

14 Februari 2010 21 komentar

Bahasa Aceh memiliki dialek yang sangat banyak. Sampai saat ini belum diketahui dengan pasti jumlah dialek yang ada. Perbedaan antar dialek meliputi perbedaan bunyi huruf (fonem), kata, ungkapan, intonasi dan irama bicara, sintaksis dan sebagainya.

Keragaman dialek bahasa Aceh tertinggi sepertinya terdapat di wilayah Banda Aceh ditambah Aceh Besar. Dugaan saya hal ini terjadi dikarenakan banyaknya pendatang selama masa kejayaan Kesultanan Aceh Darussalam. Para pendatang ini pada akhirnya berbicara dalam bahasa Aceh yang tentu saja dipengaruhi oleh bahasa asli mereka.

Seperti misalkan di Ulèë Karéng, di akhir kalimat sering disertai akhiran “è” seperti kebiasaan orang India (dugaan saya pengaruh dari India).

Sampai saat ini saya belum menemukan penelitian dialek-dialek bahasa Aceh yang memuaskan, atau barangkali ada tetapi tidak dipublikasikan di internet. Karenanya saya mencoba membagi apa yang saya peroleh ini.

Mudah-mudahan bermanfaat.

 

Baca selanjutnya…

Bahasa Aceh Dialek Seulimeum

7 September 2008 9 komentar

Seulimeum (Dialek Seulimeum: Seulimeung) adalah sebuah kecamatan yang terletak di Kabupaten Aceh Besar. Kecamatan ini memiliki 47 kampung (Aceh: gampông) dan 5 kemukiman (Aceh: mukim), yaitu Seulimeum, Tanoh Abèë, Lam Kabeu, Lam Teuba, dan Lam Panah[1]. Sebelumnya kecamatan Seulimeum juga mencakup Kecamatan Lembah Seulawah dan Kota Jantho. Ke depan kecamatan Seulimeum juga akan dimekarkan lagi yaitu Kecamatan Seulawah Agam yang meliputi Mukim Lam Teuba dan Lam Panah.

Dari beberapa keterangan yang saya peroleh[2], Bahasa Aceh Dialek Seulimeum mencakup Mukim Seulimeum, Tanoh Abèë dan Lam Kabeu. Juga kemungkinan Kecamatan Lembah Seulawah dan Kota Jantho. Sedangkan Mukim Lam Teuba dan Lam Panah memiliki dialek tersendiri yang berbeda dengan Dialek Seulimeum. Batas-batas pasti belum dapat ditentukan mengingat belum ada penelitian yang sungguh-sungguh dilakukan.

Dialek Jantho barangkali suatu dialek tersendiri mengingat pengaruh bahasa suku asli Aceh yang sudah punah yaitu Suku Bante/Mante yang terakhir terdapat di kecamatan ini. Dialek Jantho menurut orang Seulimeum lebih kasar daripada Dialek Seulimeum.

Baca selanjutnya…