Arsip

Arsip Penulis

Imbuhan dalam Bahasa Aceh

26 Oktober 2010 5 komentar

Apabila kita abaikan bentuk-bentuk imbuhan kata ganti yang telah kita bahas sebelumnya, maka jumlah imbuhan dalam bahasa Aceh lebih sedikit jumlahnya dibandingkan dengan jumlah imbuhan yang ada dalam bahasa Indonesia. Juga imbuhan dalam bahasa Indonesia lebih rumit dibandingkan dengan imbuhan dalam bahasa Aceh.

Bila dalam bahasa Indonesia dijumpai bentuk imbuhan yang menyatakan pelaku (awalan pe-) atau dalam bahasa Arab disebut faa‘il, maka dalam bahasa Aceh tidak dikenal imbuhan untuk menyatakannya. Juga tidak dijumpai bentuk imbuhan yang sepadan dengan imbuhan pe- -an, per- -an dan ke- an. Demikian pula halnya dengan akhiran, tidak dijumpai dalam bahasa Aceh.

Sehingga permasalahan utama dalam penerjemahan bahasa Indonesia ke dalam bahasa Aceh adalah bagaimana cara menerjemahkan ketiga gabungan imbuhan di atas, yaitu pe- -an, per- -an dan ke- -an. Misalkan bagaimana menerjemahkan kata penyatuan, persatuan dan kesatuan.

Untuk permasalahan ini, akan kita bahas dalam tulisan tersendiri.

AWALAN

I. Awalan Meu-

Awalan meu- memiliki makna yang hampir sama dengan awalan ber- seperti dalam bahasa Indonesia. Awalan ­meu- berubah menjadi mu- apabila berjumpa dengan kata berawalan huruf /b/, /m/, /p/ dan /w/. Perubahan ini tidak terdapat pada semua dialek. Beberapa dialek tetap mempertahankan bentuk aslinya.

Baca selengkapnya…

Kategori:Tata Bahasa

Lagu Aceh

3 Oktober 2010 2 komentar

Nyawoung – Dododaidi

Baca selengkapnya…

Kategori:Hiburan

Film Aceh

3 Oktober 2010 1 komentar

Sambil menunggu tulisan saya selanjutnya, silakan nikmati film Aceh berikut ini:

 

AMBUSH

 

Kategori:Hiburan Tag:

Hubungan Bahasa Aceh dengan Bahasa Singkil

18 Agustus 2010 14 komentar

Berikut adalah perbandingan antara kata-kata bahasa Aceh dengan bahasa Singkil yang tidak seakar dengan bahasa Melayu. Kata-kata bahasa Singkil diambil dari Kamus Singkil – Indonesia oleh Mulyadi Kombih. Bisa diunduh di sini: http://www.scribd.com/doc/18479737/Kamus-Singkil-Indonesia

Bahasa Singkil Bahasa Aceh Bahasa Melayu
Babah Babah Mulut
Bacek Bacé Ikan gabus
Bakhi Baroë Kemarin
Boho Beuhe Berani
Buk Ôk Rambut
Buni Bunoë Tadi malam (S), Tadi (A)
Cambung Cambông Sejenis mangkuk
Carak Carak
Cengis Ceungih
Ciris Tiréh Bocor Baca selengkapnya…
Kategori:Artikel

Hubungan Bahasa Aceh dengan Bahasa Gayo

18 Agustus 2010 7 komentar

Berikut adalah perbandingan antara kata-kata bahasa Aceh dengan bahasa Gayo yang tidak seakar dengan bahasa Melayu.

Bahasa Gayo Bahasa Aceh Bahasa Melayu
Ama Mbah* Ayah
Asu Asèë Anjing
Awah Babah Mulut
Ben Ban Baru
Blang Blang Sawah
Boh Beh, Bôh Ya
Dul Dhôy Debu
Empus Lampôih Kebun
Éngon Ngiëng Lihat
Galak Galak Suka Baca selengkapnya…
Kategori:Artikel

Perkenalan

Assalaamu ’alaykum.

Wa ‘alaykum salaam.

Nan droëneuh soë?
Nama Anda siapa?

Nan lôn Saiful. Nan droëneuh?
Nama saya Saiful. Nama Anda?

Nan lôn Fadli.
Nama saya Fadli.

Pat neuduëk? / Pat tinggay?
Di mana Anda tinggal?

Lôn lônduëk di gampông Keuramat. Droëneuh?
Saya tinggal di kampung Keuramat. Anda?

Lôn di Lam Priët.
Saya di Lam Priët.

Di Lam Priët? Toë lagoë! Patjih di Lam Priët? Lôn na syèëdara di Lam Priët, kayém lônjak-jak.
Di Lam Priët? Dekat rupanya! Di mananya di Lam Priët? Saya ada saudara di Lam Priët, sering saya berkunjung.

Lôn bak jalan Pari. Syèëdara Droëneuh bak jalan peuë?
Saya di jalan Pari. Saudara kamu di jalan apa?

Syèëdara lôn bak jalan Ayah Hamid.
Saudara saya di jalan Ayah Hamid.

Gampông-neuh pat?
Kampung kamu di mana?

Lôn gampông di Trumon. Droëneuh pat?
Kampung saya di Trumon. Kamu di mana?

O man, jeu’ôh that lagoë! Lôn gampông di Langsa.
Wow, jauh sekali! Kampung saya di Langsa.

Langsa jeu’ôh cit. Saban tanyoë.
Langsa jauh juga. Sama kita.

Baca selengkapnya…

Kategori:Percakapan

Nama Asli Aceh

14 Februari 2010 60 komentar

Sejak masuknya agama Islam ke Aceh, maka mulailah masyarakat Aceh memakai nama-nama Islam dan meninggalkan nama-nama sebelumnya. Walaupun demikian, sisa-sisanya masih dapat kita jumpai sampai saat ini. Baris pertahanan terakhir pemakaian nama-nama Aceh sejauh pengamatan saya adalah pada masa buyut saya (di atas kakek dan nenek saya) kira-kira akhir abad ke 19.

Namun, sekarang pemakaian nama-nama dalam bahasa Aceh mulai muncul kembali yang salah satu penyebabnya—menurut saya—adalah kemunculan Gerakan Aceh Merdeka. Sebagai contoh anak dari Gubernur Aceh saat ini, yaitu drh. Irwandi Yusuf semuanya memakai nama Aceh. Akan tetapi nama-nama dalam bahasa Aceh saat ini sudah mengalami inovasi dan kreasi baru yang pada masa-masa sebelumnya tidak pernah dijumpai.

Baca selengkapnya…

Kategori:Artikel

Merekonstruksi Asal Kata dari Kata-kata Bahasa Aceh

14 Februari 2010 27 komentar

Setelah melihat pola perubahan bunyi pada perbandingan antara bahasa Aceh dengan bahasa Melayu, Arab dan bahasa-bahasa daerah lainnya maka saya mencoba merunut asal kata dari kata-kata bahasa Aceh. Mengingat akan terlalu banyak apabila seluruh asal kata dari kata-kata bahasa Aceh ditampilkan di sini, maka saya akan menampilkan sebagiannya saja.

Tambahan (16 november 2014)
Mohon diingat ini hanyalah dugaan saya. Tulisan ini bukanlah tulisan ilmiah yang bisa diambil sebagai rujukan.

Aceh Melayu Bahasa Lain Asal Kata
Umum Dialek lain
i ayir / ayèr ayia (M) *ayiar
beuët beut baca *baat
beulangöng beulangong belanga *balangang
bintéh dinding *bintis/bintih
bloë blo

blai

blè

beli *blai
Baca selengkapnya…
Kategori:Artikel

Manggis dalam Bahasa Aceh

14 Februari 2010 3 komentar

Manggis Dialek Narasumber
Mangohta Aceh Besar (secara umum) Abdul Hanan 

Jasirun Fadil

M. Daud AK

Dll

Mangoëhta Seulimeum Teuku Anwar Amir
Mangota Lam No Busyairi Umar
Manggota Darul Imarah Plang nama jalan
Mauta Laweuëng Hidayat
Mahkota Leupung Farid
Mota Piyeung Anissullah
Meuseuta Garôt Nuranol
Ngohta Tampok Blang Taufik
Mangoihta ? Kamus
Mangoita ? Kamus
Mangoti ? Kamus
Kambota Sama Langa Syahriza
Keumuta Ulèë Glé Khairul Anam
Kumuta Meureudu Zulfan
Seumeuta Asyraf
Seumuta Lampôh Saka Zulfikar
Sumta Tangsé Safrizal
Seuta Matang Glumpang Duwa Sarmiati
Suta Lam Lo Tgk. Hasmahdi 

Irhash Hasballah

Manggéng Idi Rayek Zulfahmi
Manggi Trumon 

Peureumbeuë

Fenny 

Fadli Rais

Manggih* Umum
Manggéh* Umum

Baca selengkapnya…

Dialek Bahasa Aceh

14 Februari 2010 28 komentar

Bahasa Aceh memiliki dialek yang sangat banyak. Sampai saat ini belum diketahui dengan pasti jumlah dialek yang ada. Perbedaan antar dialek meliputi perbedaan bunyi huruf (fonem), kata, ungkapan, intonasi dan irama bicara, sintaksis dan sebagainya.

Keragaman dialek bahasa Aceh tertinggi sepertinya terdapat di wilayah Banda Aceh ditambah Aceh Besar. Dugaan saya hal ini terjadi dikarenakan banyaknya pendatang selama masa kejayaan Kesultanan Aceh Darussalam. Para pendatang ini pada akhirnya berbicara dalam bahasa Aceh yang tentu saja dipengaruhi oleh bahasa asli mereka.

Seperti misalkan di Ulèë Karéng, di akhir kalimat sering disertai akhiran “è” seperti kebiasaan orang India (dugaan saya pengaruh dari India).

Sampai saat ini saya belum menemukan penelitian dialek-dialek bahasa Aceh yang memuaskan, atau barangkali ada tetapi tidak dipublikasikan di internet. Karenanya saya mencoba membagi apa yang saya peroleh ini.

Mudah-mudahan bermanfaat.

 

Baca selengkapnya…