Iklan

Arsip

Archive for the ‘Artikel’ Category

Dialek Bahasa Aceh

14 Februari 2010 28 komentar

Bahasa Aceh memiliki dialek yang sangat banyak. Sampai saat ini belum diketahui dengan pasti jumlah dialek yang ada. Perbedaan antar dialek meliputi perbedaan bunyi huruf (fonem), kata, ungkapan, intonasi dan irama bicara, sintaksis dan sebagainya.

Keragaman dialek bahasa Aceh tertinggi sepertinya terdapat di wilayah Banda Aceh ditambah Aceh Besar. Dugaan saya hal ini terjadi dikarenakan banyaknya pendatang selama masa kejayaan Kesultanan Aceh Darussalam. Para pendatang ini pada akhirnya berbicara dalam bahasa Aceh yang tentu saja dipengaruhi oleh bahasa asli mereka.

Seperti misalkan di Ulèë Karéng, di akhir kalimat sering disertai akhiran “è” seperti kebiasaan orang India (dugaan saya pengaruh dari India).

Sampai saat ini saya belum menemukan penelitian dialek-dialek bahasa Aceh yang memuaskan, atau barangkali ada tetapi tidak dipublikasikan di internet. Karenanya saya mencoba membagi apa yang saya peroleh ini.

Mudah-mudahan bermanfaat.

 

Baca selengkapnya…

Iklan

Referensi Lengkap Bahasa Aceh

Berhubung saya belum mampu memenuhi keinginan pengunjung sekalian, silakan unduh (download) buku berikut:

A contextual grammar of Acehnese sentences oleh Dr. Abdul Gani Asyik yang merupakan disertasi beliau di University of Michigan.

atau langsung di sini

If you want to know more about Acehnese language, just download this book: A contextual grammar of Acehnese sentences by Abdul Gani Asyik

Kategori:Artikel

Hubungan Bahasa Aceh dengan Bahasa Melayu (4)

22 November 2008 3 komentar

PENAMBAHAN BUNYI

1.  Huruf /rK/ disisipi bunyi /eu/

Contoh:

Bahasa Melayu Bahasa Aceh
Harga Hareuga
Harta Hareuta
Kursi Kureusi
Perlu Peureulèë
Serta Seureuta

PENGHILANGAN BUNYI

1.  Bunyi /a/ hilang.

Contoh:

Bahasa Melayu Bahasa Aceh
Dialek 1 Dialek 2
Bahasa Bahsa Basa
Bahawa Bahwa Bawa
Cahaya Cahya Caya
Pahala Pahla Pala
Sahabat Sahbat Sabat

Baca selengkapnya…

Kategori:Artikel

Hubungan Bahasa Aceh dengan Bahasa Melayu (3)

BUNYI MATI

1.  Bunyi /d/ menghilang.

Contoh:

Bahasa Melayu Bahasa Aceh
Diam Iëm

2.  Bunyi /f/ menjadi /ph/ (bila terletak di awal dan di tengah)

Contoh:

Bahasa Melayu Bahasa Aceh
Faham* Pham
Fana* Phana
Sifat* Sipheuët

3.  Bunyi /f/ menjadi /h/ (bila terletak di akhir)

Contoh:

Bahasa Melayu Bahasa Aceh
Alif* Aléh
Dhaif* La‘èh
Insaf* Inseuëh
Maaf* Meu’ah

Baca selengkapnya…

Kategori:Artikel

Hubungan Bahasa Aceh dengan Bahasa Melayu (2)

22 November 2008 3 komentar

BUNYI RANGKAP (DIFTONG)

1.  Huruf /ia/ menjadi /ië/

Contoh:

Bahasa Melayu Bahasa Aceh
Diam Iëm
Durian Driën
Ketiak Geutiëk
Kiat Kiët
Nias Niëh
Niat* Niët
Tamiang Teumiëng
Tiap Tiëp
Wasiat* Wasiët
Kecuali
Biar Biyeuë
Ikhtiar* Ékeutieuë

 

 

 

 

 

 

 

2.  Huruf /iu/ menjadi /ô/

Contoh:

Bahasa Melayu Bahasa Aceh
Cium Côm

Baca selengkapnya…

Kategori:Artikel

Hubungan Bahasa Aceh Dengan Bahasa Melayu

20 November 2008 2 komentar

Untuk bentuk pdf silakan unduh di Docstoc.

BUNYI HIDUP

1.  Bunyi /a/ menjadi /euë/

Contoh:

Bahasa Melayu Bahasa Aceh
Akhiran
Akar Ukheuë
Biar Biyeuë
Bilal* Bileuë
Halal* Haleuë
Ikhtiar* Ékeutieuë
Layar Layeuë
Pagar Pageuë
Tawar Tabeuë
Tengahan
Bilang Bileuëng
Dahan Dheuën
Empat Peuët
Heran Hireuën
Hutan Uteuën
Limpan Limpeuën
Orang Ureuëng
Papan Papeuën
Pedang Peudeuëng
Pelepah Peuleupeuëk
Sifat* Sipheuët
Tulang Tuleuëng
Udang Udeuëng

Baca selengkapnya…

Kategori:Artikel

Ejaan Bahasa Aceh

12 November 2008 45 komentar

Ejaan yang saya pakai disini merupakan modifikasi dari Ejaan Bahasa Aceh yang Disempurnakan 1980. Modifikasi yang saya lakukan ini bukanlah suatu bentuk ketidakpatuhan saya terhadap para ahli bahasa yang telah bersusah payah merumuskannya, melainkan ini adalah bentuk ejaan yang saya pandang lebih benar MENURUT saya yang bukan berlatar belakang ilmu kebahasaan. Ini saya lakukan mengingat, sampai saat ini belum ada kesepakatan akhir mengenai bentuk ejaan bahasa Aceh. Saat ini terdapat beberapa ejaan bahasa Aceh yang dipakai, yaitu:

  1. Kelompok Ejaan Unsyiah
  2. Kelompok Gerakan Aceh Merdeka
  3. Ejaan Ayah Panton

Baca selengkapnya…

Kategori:Artikel

Bahasa Aceh Dialek Seulimeum

7 September 2008 9 komentar

Seulimeum (Dialek Seulimeum: Seulimeung) adalah sebuah kecamatan yang terletak di Kabupaten Aceh Besar. Kecamatan ini memiliki 47 kampung (Aceh: gampông) dan 5 kemukiman (Aceh: mukim), yaitu Seulimeum, Tanoh Abèë, Lam Kabeu, Lam Teuba, dan Lam Panah[1]. Sebelumnya kecamatan Seulimeum juga mencakup Kecamatan Lembah Seulawah dan Kota Jantho. Ke depan kecamatan Seulimeum juga akan dimekarkan lagi yaitu Kecamatan Seulawah Agam yang meliputi Mukim Lam Teuba dan Lam Panah.

Dari beberapa keterangan yang saya peroleh[2], Bahasa Aceh Dialek Seulimeum mencakup Mukim Seulimeum, Tanoh Abèë dan Lam Kabeu. Juga kemungkinan Kecamatan Lembah Seulawah dan Kota Jantho. Sedangkan Mukim Lam Teuba dan Lam Panah memiliki dialek tersendiri yang berbeda dengan Dialek Seulimeum. Batas-batas pasti belum dapat ditentukan mengingat belum ada penelitian yang sungguh-sungguh dilakukan.

Dialek Jantho barangkali suatu dialek tersendiri mengingat pengaruh bahasa suku asli Aceh yang sudah punah yaitu Suku Bante/Mante yang terakhir terdapat di kecamatan ini. Dialek Jantho menurut orang Seulimeum lebih kasar daripada Dialek Seulimeum.

Baca selengkapnya…

Cara mengetik huruf bahasa Aceh

Ada 5 huruf bahasa Aceh yang tidak terdapat pada papan huruf (keyboard) yang biasa. Kelima huruf tersebut adalah é, è, ë, ô dan ö . Sebenarnya bisa saja kita mengetiknya dengan menggunakan papan huruf Eropa seperti untuk bahasa Perancis dan sebagainya. Tetapi kendalanya adalah akan ada perubahan-perubahan yang sedikit membingungkan, misalnya tombol q pada papan huruf Perancis akan menampilkan huruf a, dan masih banyak contoh lainnya.

Baca selengkapnya…

Kategori:Artikel